INFORMASI : Pengumuman Pemenang akan dilaksanakan pada tanggal 30 April 2023. Terus Share Link Cerpen Kamu Sebanyak-banyaknya. Terimakasih
Inspirasi Anak Sungai Batanghari – Kumpulan Cerpen

Inspirasi Anak Sungai Batanghari

Penulis : Wahid Hidayat, S.Pd

Siang itu, seperti biasa kukayuh sepeda tuaku yang selalu menemaniku untuk menimba ilmu di sekolah yang terletak di sebuah desa yang bersebelahan dengan desa tempat tinggalku. “Krucuu…k”, perutku yang terus menggerutu seolah memerintah dua kaki ini untuk lebih mempercepat kayuhannya. Sembari sesekali kusapu bulir-bulir keringat yang membasahi dahi, terus kukayuh sepedaku dengan sisa-sisa tenaga yang masih kumiliki.

Ya…, lebih kurang satu jam lah…waktu yang harus kuhabiskan untuk sampai ke rumah dari sekolah tercintaku. Itupun kalau perjalanannya lancar jaya. Kalau rantai loss, ban bocor, atau tergelincir karena jalanan yang licin, sudah pasti harus ada tambahan waktu yang kurelakan. Tapi itu semua pernah dan harus siap aku hadapi demi sebuah cita-cita yang tergantung tinggi. Pancaran harapan menjadi sebuah energi tersendiri yang seolah tak pernah redup dalam diri ini. Bak sang surya yang tak pernah lelah menyinari bumi dan seisinya, menyebarkan cahaya kehidupan.

Alhamdulillah…, setelah menempuh perjalanan yang penuh warna, dari aspal yang berlubang hingga jalan setapak satu-satunya yang semak dan licin, akhirnya sampailah di seberang anak sungai batanghari yang masih harus kutaklukkan deras arusnya. Lebarnya sekitar 15 m dengan kedalaman mencapai 20 m. Hal ini karena aku tinggal di sebuah gubuk sederhana hasil karya tangan Bapakku yang terletak di seberangnya. Gubuk satu-satunya di area itu. Terbuat dari kayu tanpa olahan, yang walaupun kecil dibuat bertingkat oleh Bapak.

Menyeberangi sungai itu menjadi babak yang berbeda dalam drama perjuanganku. Jika nasib baik, biasanya aku menyeberanginya dengan dijemput Bapak menggunakan perahu kecil. Akan tetapi, sesekali perahu itu bertepatan dibawa Bapak untuk berbelanja ataupun sekedar mengunjungi tetangga. Maklum saat itu kami belum memiliki alat komunikasi seperti handphone layaknya saat ini, bahkan belum mengenalnya sama sekali. Sehingga Bapak tidak dapat memprediksi kepulanganku tepatnya pukul berapa.

Ya, seperti yang terjadi siang itu. Perahu yang biasanya menyeberangkanku tengah dibawa Bapak berbelanja. Tinggallah Emak (panggilanku untuk Ibu) yang berada di gubuk, tengah beristirahat setelah bekerja di ladang yang ada di sampingnya dan juga memasak. Sebenarnya pilihan untuk menunggu hingga Bapak pulang yang tidak tahu waktu pastinya, dengan sedikit menahan perut keroncongan merupakan pilihan yang tentunya akan dipilih oleh kebanyakan anak seusiaku jika berada di kondisi itu. Mengingat resiko yang akan dihadapi dengan dalam dan derasnya sungai itu. Belum lagi rumor yang mengatakan bahwa beberapa orang mengaku pernah melihat sang rajanya sungai, alias buaya di aliran sungai tersebut.

Tapi tidak denganku, saat itu yang ada dalam pikiranku hanyalah bagaimana caranya agar aku segera bisa sampai ke gubuk dan menyantap makan siang yang biasanya sudah disiapkan Emak sebagai pengobat rasa lapar yang sudah memuncak. Setelah kumasukkan sepeda ke semak-semak, lalu kupanggil Emak dengan berteriak. “Emaak…! Aku pulang maak…” ada sekira tiga kali panggilan dengan menggunakan bahasa Sunda, bahasa yang biasa kami gunakan sehari-hari. Kemudian Emak menyahut, “Iya Jang…! tunggu”, suaranya terdengar menyusur aliran air menyeberangi sungai yang saat itu tengah arus pasang besar. Ya, ujang adalah panggilan Emak untukku yang artinya anak laki-laki dalam bahasa Sunda.

Selang beberapa waktu, muncullah Emak yang terlihat menghampiri tepian sungai. Emak menjelaskan bahwa perahu dibawa Bapak belanja. Emak bertanya padaku, apakah akan menunggu atau bagaimana. Hingga sekarang, masih teringat jelas dibenakku perkataan yang kuucapkan menjawab pertanyaan Emak saat itu. Dengan lantang dan penuh keyakinan aku menjawab, “Nggak mak, aku mau nyeberang dengan berenang…”, lalu kulanjutkan ucapanku “Pokoknya Emak cukup lihatin aku nyeberang dari situ ya…”. Entah kenapa, saat itu aku berpikir kalaupun aku harus mati tenggelam atau dimakan buaya buruknya, yang penting disaksikan oleh Emak. Dan Emakpun menjawab dengan entengnya tanpa rasa khawatir, “Iya Jang, Emak lihatin koq dari sini”, “Baju sama tas tinggal aja dulu Jang di seberang, nanti biar diambil Bapak”, imbuhnya. Tapi aku punya pikiran yang berbeda, karena saat itu aku punya PR yang esoknya akan dikumpul lagi. “Enggak lah Mak…, Biar aku pegang aja sambil berenang”. Dan akhirnya Emakpun menyetujuinya.

Kubuka baju seragam putih biruku, hingga tersisa baju kaos dan celana pendek yang kukenakan sebagai dalaman. Dengan diawali Bismillah…tanpa rasa ragu sedikitpun, aku mulai berenang menyeberangi sungai sembari tangan kiri kuangkat ke atas karena membawa seragam dan juga tas. Sementara tangan kanan dan kedua kakiku kukibaskan mendorong tubuhku yang separuh di dalam air. Saat itu, pikiran buruk sempat melintas mencoba menggangu konsentrasiku. Karena sangat terasa dalam dan derasnya arus sungai batanghari oleh tubuhku. Namun segera kutepis sendiri pikiran itu. Dan akhirnya dengan perhitunganku yang mengambil jalur renang sedikit ke kiri (karena saat itu arus pasang ke kanan), maka sembari maju aku sedikit demi sedikit terseret arus yang akhirnya bisa mendarat tepat di depan Emak berdiri. Dengan napas sedikit terengah-engah dan tangan yang pegal (terutama tangan kiri), akupun naik ke darat disambut Emak dengan membawakan baju dan tasku yang tidak tersentuh air sedikitpun.

Alhamdulillah…sekali lagi kuucapkan syukur, dengan pertolongan Yang Maha Kuasa akhirnya bisa kulewati rintangan demi rintangan. Hingga akhirnya aku sampai di gubuk yang menjadi saksi bisu perjuanganku menggapai impian. Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi, setelah ganti baju, aku menyantap makan siang yang sudah disiapkan Emak dengan penuh rasa cinta. Sebuah hidangan sederhana yang biasa menghiasi suasana santap siangku. Hidangan yang serba alami, rebus pucuk ubi yang masih segar dari kebun sendiri ditemani sambal cabai hijau dan lalapan timun muda segar yang baru dipetik. Tak lupa telur ceplok juga mengambil perannya sebagai pemasok protein. Ah, sukar rasanya menjelaskan bagaimana nikmatnya bersantap siang dengan menu itu ditemani pemandangan padi yang menghijau dan beberapa tanaman lain di sekitarnya.

Itulah sepenggal kisahku saat duduk di kelas IX SLTP 2008 silam. Saat ini, tepatnya empat tahun silam aku berhasil menyelesaikan studi S-1 program studi Pendidikan Matematika di sebuah universitas negeri yang ada di Provinsi Jambi dengan beasiswa Bidik Misi yang kuterima. Dan saat ini aku menjadi tenaga pendidik bidang matematika di dua sekolah SLTA yang ada di Kota Jambi. Aku mengajak Emak dan Bapak bersamaku di Kota Jambi. Aku percaya, dalam hidup ini tidak ada kesuksesan yang diraih dengan cara instan. Dan setiap kita merasa pantas untuk mengeluh, ingatlah ada orang-orang yang memiliki ujian dan rintangan jauh lebih berat dari kita, serta ada orang-orang terkasih yang tidak pernah bosan menunggu kesuksesan kita.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

263 Replies to “Inspirasi Anak Sungai Batanghari”

  1. Aku sedikit tahu tentang perjuanganmu hid, karena pernah berteman ketika menempuh pendidikan tinggi, luar bisa. Jika cerpen kita angkat dari suatu kisah nyata, insyaallah ceritanya sangat bermakna dan menginspirasi banyak orang..
    Semoga tulisan ini terpilih menjadi pemenang.

    1. Sangat bagus, Karena telah membuka mata saya untuk terus mensyukuri apa yang saya dapat di hari mungkin tidak dapat sama orang lain dan juga telah mendorong saya agar lebih giat lagi dalam belajar.

    1. Iya San, aamiin 🤲. Terimakasih telah banyak membantu di masa SMA San🙏 Sukses juga buat Ersan dan keluarga…

  2. ih keren banget sangat menginspirasi pemalas seperti saya, terimakasi sudah menyadarkan saya. alasan saya suka pak wahid karna beliau suka cerita cerita perjuangan dia gimana bisa sampai sperti sekarang, dan semua crita bapak wahid sangat menyentuh hati mungiel saya.

  3. setelah membaca cerita diatas, banyak hal positif yang dapat kita ambil, perjuangan yang tidak patah semangat , mengambil pilihan tanpa ragu ragu dan banyak hal yang bahkan tidak bisa lagi saya berkata kata atas perjuangan anak dari kisah ini demi menggapai cita cita yang mulia,saya harap anak didalam cerita ini memiliki masa depan yang cerah

  4. mantap pak sangat bagus smoga karyanya bermanfaat, tetap semangat pak = rahmat x ipa 2

  5. Cerita ini sangat menginspirasi seseorang
    Bahwasanya untuk tercapainya sebuah cita”harus ada rasa sakit terlebih dahulu.
    Semangat terus pak,cerita ini sangat menginspirasi dan sangat bermakna bagi seseorang.

  6. Wahh keren banget pak cerpennya
    Sangat menginspirasi dan bermakna bagi banyak orang.
    Semangat pakk!!

  7. Cerita ini sangat menginspirasi bagi kami,
    Bahwa untuk mencapai sebuah cita cita pasti ada rasa sakit yang di lalui

  8. Bagus pak, sangat terinspirasi untuk saya yang malas melalukan hal apapun. semoga yang membaca dapat terinspirasi

  9. Baguss sekali pak
    Bisa banyak dapat menginspirasi banyak orang dan termasuk saya sendiri 👍🏻👍🏻

  10. Ada beberapa kekurangan seperti pengulangan pengunaan kata, sifat cerita yang berputar di sekitar tokoh protagonis, dan penulisan informasi yang berlebihan seperti detail kedalaman sungai yang sang protagonis seberangi. Tapi, ceritanya memang merupakan sebuah inspirasi yang solid dan pengunaan majas serta bahasa kiasannya lumayan cocok dan relatif memadai. Dalam umum, saya beri ini nilai 8/10. Semoga bapak bisa lulus dalam perlombaan ini 🙂

  11. wahh cerpennya sangat menginspirasi saya🤩🤩. semoga cerpen ini dapat menjadi pelajaran bagi orang lain💪👍🙏

  12. Ada beberapa aspek cerita yang bisa ditingkatkan kualitasnya, seperti pengulangan kata-kata yang bersifat representatif, informasi dan detail yang kurang diperlukan pada cerpen, dan sudut pandang cerita yang cenderung berpusat di tokoh protagonis dengan sedikit “emphasis” pada sudut pandang lainnya. Namun, saya berpendapat bahwa cerita ini memang menginspirasi dengan majas-majasnya yang tepat penggunaan dan tepat bahasa. Saya beri ini 8 bintang dari 10, karena cerita ini memang sebuah karya sastra bapak yang dapat dibanggakan. Semoga bapak meraih juara 1 dan semangat pak!

  13. bagus sekali cerpen nya..cerpen ini mengandung amanat yang berguna bagi kita semua dan bnyak menginpirasikan kita semua

  14. bagus bgt cerita nya pak ,bisa menginspirasi banyak orang dan juga saya sendiri,
    Bahwa untuk mencapai sebuah cita cita pasti ada rasa sakit yang di lalui. setelah membaca cerita diatas, banyak hal positif yang dapat kita ambil, perjuangan yang tidak patah semangat , mengambil pilihan tanpa ragu ragu dan banyak hal yang bahkan tidak bisa lagi saya berkata kata atas perjuangan anak dari kisah ini demi menggapai cita cita yang mulia,saya harap anak didalam cerita ini memiliki masa depan yang cerah,semgangat terus pak semoga juara!!!

  15. cerita ini sangat bagus dan mempunyai motivasi bagi seorang pelajar bahwa mencapai sebuah cita cita butuh proses berupa usaha, do’a dan rintangan. Kita harus sabar menghadapi proses tersebut

  16. mantap pak! kami terharu lihat ceritanya mengajarkan betapa pentingnya dalam menghadapi ujian hidup semoga juara pak amin

  17. Cerpennya sangat memotivasi banyak orang, agar tidak mudah putus asa, terus berusaha dan jangan menyerah. Semua ada jalan jika ada kehendak, Semangat buat Bapak, Semangat buat semua.

  18. bagus sekali ceritanya, kita jdi bisa terinspirasi dan termotivasi untuk semangat belajar karna kita orang kota lebih dimudahkan untuk kesekolah dibandingkan orang yang tinggal di Batanghari, semoga lebih banyak lagi yang mengikuti jejak siujang dalam meraih cita-cita.

  19. Wahhhh sangat menginspirasi pak perjuangannya sangat berbeda dengan saya yang sekarang, membuat saya lebih banyak bersyukur

  20. Mungkin sebagian orang membaca nya sebagai cerpen tapi bagi saya membaca cerpen di atas seolah-olah sedang menyampaikan sebuah kisah nyata perjuangan seorang anak yang luar biasa menggapai cita cita nya…
    Ini kisah yang menginspirasi sekali saat kita sudah menjadi orang yang sukses ada kisah penuh perjuangan yang bisa kita cerita kan kepada anak cucu kita..
    Semoga generasi jaman now bisa seperti kisah di atas..
    Di jaman yang canggih ini seharusnya lebih mempermudah orang untuk sukses dan maju..
    Sukses terus buat penulis nya…
    Terus lah berkarya memberikan motivasi dan semangat bangkit untuk para generasi bangsa.
    Salam sukses…

  21. Cerita yang disusun runtut serta penuh makna ini berhasil membuat saya berfikir untuk tidak mudah patah semangat di setiap kondisi yang saya alami. Sukses selalu, Pak.

  22. masyaallah indah sekali cerpen bapak👍👍,banyak pesan dan motivasi yang terlampir pada cerpen bapak yang sangat memotivasi ini🙏🔥

  23. Cerpennya sangat menarik, dan juga penggunaan kata bahasanya sudah sangat cukup baik, semangat terus pak.

  24. Wahh ini cerita sangat bagus dan sangat menarik bagi membaca nya,semoga menang yang pak,dan selalu sukses dalam berkarya pak 🥰

  25. Wah sangat membuat saya tersadarkan dengan dosa saya, mau pun dengan pahala saya ini membuat saya berubah, menjadi budi pekerti baik cinta agama dan cinta rohani, kata ibu saya sayang keren dan keluarga saya menyukai konteks teks di atas Terima kasih ini membuat saya tobat 😁

  26. Sangat bagus kesan kata dalam cerpen ini sangat menginspirasi juga,tetap lanjutkan karya cerpennya semnagat!

  27. Keren pak cerpennya bagus dan memotivasi bnyk orang, semangat trus pak semoga bisa jadi juara

  28. Buat anak2 Bpk yang sudah memberikan tanggapan Bpk ucapkan terimakasih. Dan semangat buat kalian, generasi milenial jangan terlena dengan era globalisasi seperti saat ini yang bisa melenakan siapa saja pelaku di dalamnya.

  29. Ceritanya sangat bagus pak dan menginspirasi , semangat terus pakk,semoga mendapat hasil yg memuaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *